<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Deaky Reborn &#187; Tutorial</title>
	<atom:link href="http://blog.deaky.web.id/tag/tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.deaky.web.id</link>
	<description>Selalu ingin tahu seperti bayi yang baru lahir...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 05:23:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Problem Setelah Install MintMenu</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama banget ga pernah update. Sejak posting kemaren banyak banget kerjaan yang musti dislesein, termasuk deadline project yang sudah mananti. Termasuk disibukkan sama urusan kerjaan. Langsung ke pokok bahasan saja. Sejak perkenalanku sama LinuxMint versi Cassandra aku sudah mulai suka sama LinuxMint. Apalagi sejak saat Gloria dirilis, semakin menambah ketertarikanku terhadap Distro ini. Tp pada prakteknya aku lebih memilih menggunakan Ubuntu yang dirubah tampilannya seperti LinuxMint. Sejak LinuxMint Helena resmi dirilis aku langsung mentranformasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/mintmenu.png" alt="" title="mintmenu" width="200" height="150" class="alignleft size-full wp-image-40" />Sudah lama banget ga pernah update. Sejak posting kemaren banyak banget kerjaan yang musti dislesein, termasuk deadline project yang sudah mananti. Termasuk disibukkan sama urusan kerjaan. Langsung ke pokok bahasan saja.</p>
<p>Sejak perkenalanku sama LinuxMint versi Cassandra aku sudah mulai suka sama LinuxMint. Apalagi sejak saat Gloria dirilis, semakin menambah ketertarikanku terhadap Distro ini. Tp pada prakteknya aku lebih memilih menggunakan Ubuntu yang dirubah tampilannya seperti LinuxMint. Sejak LinuxMint Helena resmi dirilis aku langsung mentranformasi themes Ubuntu di laptop menjadi Helena. Termasuk Themes, Wallpaper, Usplash, Grub dan MintMenu.</p>
<p>Karena aku orangnya <i>moody</i> jadi sering gonta ganti themes, terkadang pake themes LinuxMint terkadang juga pake themes standart Ubuntu. Namun akhir-akhir ini lebih seneng pake themes default Ubuntu ga pernah pake themes Mint lagi. Setelah baca posting dari <a href="http://andy.web.id/menu-linux-mint-di-ubuntu-karmic.php" target="_blank">Pak Andy MSE</a> aku jadi mupeng pengen ganti penampilah <i>my lovely OS</i> jadi Mint.</p>
<p>Ada sedikit cuplikan kalimat Pak Andy yang menarik perhatianku</p>
<blockquote><p>Sayang sekali, saya belum menemukan cara untuk mengganti tulisan &#8220;<b>Linux Mint 8 Helena – Main Edition</b>&#8220;, setiap kali kursor melewati menu di pojok kiri bawah itu&#8230;</p></blockquote>
<p>Merasa sedikit tidak percaya sama pernyataan tersebut, tapi setelah aku buktikan ternyata benar tooltipnya bertuliskan LinuxMint bukan Ubuntu. Kecurigaanku yang lain muncul jangan-jangan <i>system info</i> juga berubah, dan ternyata benar-benar berubah seperti yang terlihat pada gambar. Atau ketikkan <b>lsb_release -a</b> di terminal untuk mengeceknya.<span id="more-33"></span></p>
<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/System-Monitor.png" alt="" title="System-Monitor" width="590" height="524" class="aligncenter size-full wp-image-41" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Okelah bagiku itu tidak menjadi masalah, yang penting sistem masih bisa dipake. Perjalanan cerita ini tidak berhenti sampai di situ, cerita yang lain muncul kembali. Beberapa hari server Kambing <i>down</i>, itu berarti aku ga bisa update maupun meng-<i>install</i> aplikasi. Sumpek juga kalo kondisi kaya gini terus-terusan. Aku berencana buat mengarahkan repo ke mirror.unej.ac.id. Namun apa yang terjadi? <b>Software Sources</b> tidak berjalan. Coba membukanya lewat terminal masih juga ga jalan, muncul pesan error &#8220;<b>Error: could not find a &#8221; aptsources.distro.NoDistroTemplateException: Error: could not find a distribution template</b>&#8220;.</p>
<p>Kesimpulan sementaraku adalah akibat dari DISTRIBUTOR ID berubah dari Ubuntu jadi LinuxMint itu membuat Software Sources tidak berjalan karena distribution template untuk LinuxMint tidak tersedia.</p>
<p><b>OKE! Ayo kita selesaikan permasalahan-permasalahan yang sudah terpapar di atas.</b></p>
<p>Sebelumnya mari kita buka direktori /usr/share/python-apt/templates terlebih dahulu. Direktori tersebut adalah folder dimana distribution template disimpan. Disitu terlihat cuma ada 2 template yaitu Debian dan Ubuntu, untuk LinuxMint tidak ada padahal Distributor ID pada sistem adalah LinuxMint. Hal inilah yang membuat error pada saat kita menjalankan Software Sources. Perhatikan setiap langkah di bawah untuk memperbaiki</p>
<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/templates.png" alt="" title="templates" width="564" height="325" class="aligncenter size-full wp-image-42" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Pertama</b>, ubah berkas mintSystem.conf</p>
<pre>sudo gedit /etc/linuxmint/mintSystem.conf</pre>
<p>lsb-release beri nilai False dan etc-issue beri nilai False, sehingga menjadi</p>
<pre>lsb-release = False
etc-issue = False</pre>
<p>Kenapa demikian? karena jika nilainya True maka setiap kali startup berkas lsb-release, issue dan issue.net akan di-replace dengan berkas bawaan LinuxMint. Inilah yang menyebabkan Distributor ID dan kawan-kawannya berubah menjadi LinuxMint. Diberi nilai False agar aksi tersebut tidak dijalankan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Kedua</b>, edit berkas lsb-release di direktori /etc</p>
<pre>sudo gedit /etc/lsb-release</pre>
<p>Copy paste tulisan di bawah biar mudah, lalu simpan.</p>
<pre>DISTRIB_ID=Ubuntu
DISTRIB_RELEASE=9.10
RELEASE_NOTES_URL=http://www.ubuntu.com
DISTRIB_CODENAME=karmic
DISTRIB_DESCRIPTION="Ubuntu 9.10 Karmic Koala"</pre>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Ketiga</b>, edit berkas issue pada direktori yang sama</p>
<pre>sudo gedit /etc/issue</pre>
<p>Ganti <b>LinuxMint 8 Helena &#8211; Main Edition</b> dengan <b>Ubuntu 9.10 Karmic Koala</b><br />
Lakukan hal yang sama pada berkas /etc/issue.net</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Keempat</b>, untuk merubah tooltip pada mintmenu yang bertuliskan &#8220;Linux Mint 8 Helena – Main Edition&#8221; rubah berkas /etc/linuxmint/info</p>
<pre>sudo gedit /etc/linuxmint/info</pre>
<p>Rubah DESCRIPTION menjadi &#8220;Ubuntu 9.10 Karmic Koala&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah yang terakhir silakan di-restart.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Insya Allah permasalahan di atas sudah fix.</p>
<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/fix.png" alt="" title="fix" width="600" height="650" class="aligncenter size-full wp-image-43" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Ctrl + Alt + BackSpace di Ubuntu Jaunty</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2009/07/13/mengaktifkan-ctrl-alt-backspace-di-ubuntu-jaunty/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2009/07/13/mengaktifkan-ctrl-alt-backspace-di-ubuntu-jaunty/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 14:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat setelah upgrade Ubuntu dari versi 8.10 ke 9.04 yang paling membuat saya tidak nyaman adalah kombinasi tombol [Ctrl]+[Alt]+[BackSpace] yang disable. Dimana fungsi shortcut keyboard tersebut adalah untuk me-restart Xserver (atau istilah awamnya Log out). Dulu saat masih memakai Ubuntu 8.10 setiap kali crash cukup menekan kombinasi tombol tersebut dan masalah pun terselesaikan. Namun saat menggunakan versi 9.04 trik tersebut tidak berlaku karena [Ctrl]+[Alt]+[BackSpace] secara default di-disable pada Jaunty. Ada 2 cara untuk mengaktifkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/keyboard.jpg" alt="Keyboard" width="175" align="left">Pada saat setelah upgrade Ubuntu dari versi 8.10 ke 9.04 yang paling membuat saya tidak nyaman adalah kombinasi tombol <b>[Ctrl]+[Alt]+[BackSpace]</b> yang disable. Dimana fungsi shortcut keyboard tersebut adalah untuk me-<i>restart</i> Xserver <i>(atau istilah awamnya Log out)</i>. Dulu saat masih memakai Ubuntu 8.10 setiap kali <i>crash</i> cukup menekan kombinasi tombol tersebut dan masalah pun terselesaikan. Namun saat menggunakan versi 9.04 trik tersebut tidak berlaku karena <b>[Ctrl]+[Alt]+[BackSpace]</b> secara <i>default</i> di-<i>disable</i> pada Jaunty.</p>
<p>Ada 2 cara untuk mengaktifkan kembali shortcut <b>[Ctrl]+[Alt]+[BackSpace]</b> di Ubuntu Jaunty kamu. Yang pertama dengan meng-install sebuah package. Dan yang ke-dua cukup dengan mengubah file <b>xorg.conf</b> yang ada di Ubuntu kamu.</p>
<p><span id="more-24"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Dengan meng-install package</h4>
<p>Install &#8220;dontzap&#8221; package menggunakan command line.</p>
<div class="code">sudo apt-get install dontzap</div>
<p>Setelah ter-install ketik :</p>
<div class="code">sudo dontzap &#8211;enable</div>
<p>atau</p>
<div class="code">sudo dontzap &#8211;disable</div>
<p>
<p><b>&#8211;disable</b> berarti [Ctrl]+[Alt]+[BackSpace] akan bekerja.<br />
<b>&#8211;enable</b> berarti saat tombol [Ctrl]+[Alt]+[BackSpace] ditekan tidak ada efek apa-apa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Mengubah file xorg.conf</h4>
<p>Buka terminal lalu ketikan :</p>
<div class="code">sudo gksudo gedit /etc/X11/xorg.conf</div>
<p>Tambahkan baris kode di bawah ini pada file xorg.conf tersebut</p>
<div class="code">Section &#8220;ServerFlags&#8221;<br />
Option &#8220;DontZap&#8221; &#8220;false&#8221;<br />
EndSection</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2009/07/13/mengaktifkan-ctrl-alt-backspace-di-ubuntu-jaunty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Firefox 3.5 di Ubuntu</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2009/07/12/install-firefox-3-5-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2009/07/12/install-firefox-3-5-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 13:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Opensource]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Firefox 3.5 sudah direlease. Saya sudah mencobanya selama beberapa hari ini. Dan hasilnya pun sungguh memuaskan. Sampai saat posting ini dibuat, belum ada update terbaru untuk firefox dari repository utama ubuntu. Untuk menginstalnya memang harus dengan cara manual. Pertama, download installernya disini. Letakkan file installer yang sudah didownload tadi di Desktop. Backup terlebih dahulu profile firefox yang lama. Buka terminal lalu ketikan command berikut : mkdir ./firefox-backup cp ./.mozilla/firefox/* ./firefox-backup Untuk menginstall ketikan command sudo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/mozicon128.png" alt="Firefox 3.5" align="right">Firefox 3.5 sudah direlease. Saya sudah mencobanya selama beberapa hari ini. Dan hasilnya pun sungguh memuaskan. Sampai saat posting ini dibuat, belum ada update terbaru untuk firefox dari repository utama ubuntu. Untuk menginstalnya memang harus dengan cara manual.</p>
<ol>
<li>Pertama, download installernya <a href="ftp://ftp.mozilla.org/pub/mozilla.org/firefox/releases/3.5/linux-i686/en-US/firefox-3.5.tar.bz2" target="_blank">disini</a>.</li>
<li>Letakkan file installer yang sudah didownload tadi di Desktop.</li>
<li>Backup terlebih dahulu profile firefox yang lama. Buka terminal lalu ketikan command berikut :
<div class="code">mkdir ./firefox-backup<br />
cp ./.mozilla/firefox/* ./firefox-backup</div>
</li>
<li>Untuk menginstall ketikan command
<div class="code">sudo tar xj ./Desktop/firefox-3.5.tar.bz2 -C /opt</div>
</li>
<li>Coba jalankan aplikasinya
<div class="code">/opt/firefox/firefox</div>
</li>
<li>Jika sudah berjalan dengan baik, sekarang tinggal membuat menunya. Klik kanan pada <b>menu</b> kemudian pilih <b>Edit Menus</b>. Buat item menu baru, pada field Nama isikan <b>Firefox 3.5</b> dan field Command isi dengan <b>/opt/firefox/firefox</b>.</li>
</ol>
<p><span id="more-23"></span></p>
<p class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/createmenu.jpg" alt="create menu"><span>Create item menu</span></p>
<p>Dan sekarang kamu sudah mempunyai firefox 3.5</p>
<p class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/aboutmozillafirefox.jpg" alt="About Mozilla Firefox"><span>About Mozilla Firefox</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2009/07/12/install-firefox-3-5-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amarok On Ubuntu Jaunty 9.04</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2009/06/25/amarok-on-ubuntu-jaunty-9-04/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2009/06/25/amarok-on-ubuntu-jaunty-9-04/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 01:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Opensource]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Setelah upgrade kemaren, aplikasi yang pertama kali aQ install adalah Amarok. Dulu sewaktu masih pake Intrepid aQ menggunakan 2 music player yaitu Rhythmbox dan Amarok. Digunakan bergantian sesuai dengan kebutuhan. Mangkanya setelah upgrade aQ langsung keinget buat nginstall Amarok, apalagi di versi Jaunty ini Ubuntu sudah menggunakan Amarok versi 2.0. Hmmm.. jadi tambah penasaran buat nginstall. Namun ada masalah yang muncul, Amarok bisa berjalan tetapi suara tidak keluar. What&#8217;s wrong? Tanpa berpikiran negatif Q tutup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/amarok.png" alt="Amarok 2.0" align="left">Setelah <a href="index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=27:upgrade-ubuntu-904-jaunty-jackalope&#038;catid=7:linux&#038;Itemid=1">upgrade kemaren</a>, aplikasi yang pertama kali aQ install adalah <a href="http://amarok.kde.org/" target="_blank">Amarok</a>. Dulu sewaktu masih pake Intrepid aQ menggunakan 2 <em>music player</em> yaitu Rhythmbox dan Amarok. Digunakan bergantian sesuai dengan kebutuhan. Mangkanya setelah upgrade aQ langsung keinget buat nginstall Amarok, apalagi di versi Jaunty ini Ubuntu sudah menggunakan Amarok versi 2.0. Hmmm.. jadi tambah penasaran buat nginstall.</p>
<p>Namun ada masalah yang muncul, Amarok bisa berjalan tetapi suara tidak keluar. <i>What&#8217;s wrong?</i> Tanpa berpikiran negatif Q tutup aplikasi Amarok yang sedang berjalan dan menjalankannya kembali dengan harapan dengan me-<i>restart</i>nya maka masalah akan terselesaikan. Tapi usaha tersebut sia-sia, suara tak jua keluar tetep <i>silent</i>.</p>
<p>Pada tiap kali Amarok dijalankan muncul notification yang isinya kurang lebih memperingatkan bahwa salah satu library &#8220;Phonon&#8221; belum terinstal sehingga membuat aplikasi tidak berjalan 100%.</p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p>Hmmm.. langsung aja deh Q buka <b>Synaptic Package Manager</b> dan mencari lib Phonon tersebut. Wuihh.. banyak banget, mana nih harus aQ install? Karena Amarok menggunakan lib Xine, jadi aQ pilih yang masih ada hubungan sama Xine yaitu <b>phonon-backend-xine</b>. Dan ternyata benar, setelah library tersebut terinstall Amarok berjalan dengan semestinya.</p>
<p></p>
<p>
<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/synaptic-libphonon.jpg" alt="Lib Phonon"><span>Synaptic Package Manager &#8211; phonon-backend-xine sudah terinstall</span></div>
</p>
<p></p>
<p>Hampir sebagian besar permasalahan Amarok pada Ubuntu Jaunty adalah seperti di atas. Tak perlu kwatir menghadapinya. Semoga cerita di atas bermanfaat buat yang memerlukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2009/06/25/amarok-on-ubuntu-jaunty-9-04/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shutdown Timer</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2008/11/26/shutdown-timer/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2008/11/26/shutdown-timer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 02:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu di ruang perkuliahan ada seorang temenQ yang tanya sama dosen (yang notabene beliau juga Rektor fakultas) tentang apa sih pengaruh/efek samping kalo kita sering pake software Quickshutdown. Akhirnya dijelasin panjang lebar blablablabla&#8230; Di sela-sela jawaban yang diberikan aQ teringat kalo aQ dulu juga pernah juga pake software shutdown tapi bukan QuickShutdown melainkan Shutdown otomatis (itu tuh, software buat Shutdown/Restart pake timer itu lho&#8230;). Dua software yang berbeda namun sama-sama berorientasi pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu di ruang perkuliahan ada seorang temenQ yang tanya sama dosen (yang notabene beliau juga Rektor fakultas) tentang apa sih pengaruh/efek samping kalo kita sering pake software Quickshutdown. Akhirnya dijelasin panjang lebar blablablabla&#8230; Di sela-sela jawaban yang diberikan aQ teringat kalo aQ dulu juga pernah juga pake software shutdown tapi bukan QuickShutdown melainkan Shutdown otomatis (itu tuh, software buat Shutdown/Restart pake timer itu lho&#8230;). Dua software yang berbeda namun sama-sama berorientasi pada Shutdown komputer.</p>
</p>
<p>Dulu waktu aQ nyari download-an software itu banyak banget macam/jenisnya. Sampe bingung milihnya. Aku yakin sobat-sobat semua pasti pake software yang berbeda satu sama laen. Tapi tau ga sih kalo bagi pengguna Windows XP dengan motherboard jenis ATX ada cara laen tanpa kita harus menggunakan software. Cukup bermodalkan Command Prompt dan segelas kopi dipadu dengan camilan biar ga bosen ngliat monitor trus.</p>
<p class="code">tsshutdn [WaitTime] [/server:ServerName] [/reboot] [/powerdown] [/delay:LogOffDelay] [/v]</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Sebenarnya sintaks ini, bukan untuk mematikan komputer secara otomatis, tetapi mengizinkan seorang administrator untuk mengontrol shut down atau reboot sebuah terminal server. Juga dapat memilih untuk mematikan server jika komputer bisa mendukung pengontrolan power AC. Namanya juga trik, asalkan tidak merugikan, apa salahnya dicoba.</p>
<p><b>Keterangan sintaks:</b><br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">WaitTime</span> : Waktu (dalam detik) untuk menunggu semua user melakukan log off. Defaultnya adalah 60 detik.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/server:ServerName</span> : Menentukan terminal server untuk shut down. Jika tidak ditentukan, maka terminal server terkinilah yang akan shut down.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/reboot</span> : Me-reboot terminal server setelah semua user keluar alias log off.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/powerdown</span> : Mematikan terminal server jika komputer bisa mendukung pengontrolan power AC.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/delay:LogOffDelay</span> : Menentukan waktu menunggu sebelum mengakhiri seluruh proses dan<br />
menulis-shut down terminal server. Default-nya adalah 30 detik.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/v</span> : Menampilkan informasi mengenai aksi-aksi pada saat perintah dijalankan.</p>
<p>Misalkan kamu ingin mematikan (shutdown) komputer dengan timer 60 menit (3600 detik), caranya :</p>
<ol>
<li>Buka Command Prompt <b>Start &rarr; Accessories &rarr; Command Prompt</b> atau pergi ke <b>Start &rarr; Run</b>.</li>
<li>Ketikkan <b>tsshutdn 3600 /powerdown /delay:20</b>, seperti terlihat pada gambar di bawah. Lalu tekan <b>[Enter]</b>.
<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/shutdownotomatis_cmd.jpg" alt="CMD" width="450" height="229"><br /><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/shutdownotomatis_run.jpg" alt="Run" width="354" height="194"><span>Contoh sintaks pada CMD dan Run</span></div>
</li>
<li>Untuk membatalkan perintah ini cukup dengan menekan kombinasi tombol <b>Ctrl + C</b> secara bersamaan.</li>
<li>Setelah itu maka segera muncul jendela System Shutdown (seperti gambar di bawah). Terserah, mau kamu klik <b>OK</b> atau tidak, tetap saja waktu 60 menit dihitung sejak kamu menekan <b>[Enter]</b>.
<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/shutdownotomatis_systemshutdown.jpg" alt="System Shutdown" width="234" height="113"><span>Jendela System Shutdown</span></div>
</li>
<li>Setelah 60 menit terlewati, maka akan muncul jendela System Shutdown. Sekarang juga terserah, mau mengklik <b>OK</b> atau tidak, tidak akan berpengaruh. Apalagi mungkin sekarang kamu sudah terlelap tidur di depan monitor, sepertinya lebih baik komputernya dibiarkan mati sendiri sajalah. Terhitung pada saat muncul jendela ini, 20 detik lagi komputer akan mati sendiri.</li>
<li>Yang terakhir aQ ucapin selamat tidur nyenyak ^_^</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2008/11/26/shutdown-timer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengamankan Login Account Dengan Autocomplete</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2008/08/11/mengamankan-login-account-dengan-autocomplete/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2008/08/11/mengamankan-login-account-dengan-autocomplete/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 12:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini Firefox menjadi &#8220;number one&#8221; browser. Sebagian besar orang beranjak pindah dari IE ke Firefox/Camino (Mac). Bahkan muncul browser turunan dari Firefox, yaitu Flock. Yang membuat produk dari Mozilla tersebut hebat adalah scurity, add-on, dan kesetabilannya. Jika menggunakan Firefox/Camino, Flock, atau browser lain yang memiliki scurity yang baik, saat login selalu muncul dialog box seperti di samping. Bagi user yang masih awam dan belum mengetahui tentang hal ini, kemungkinan bersar mereka akan memilih Remember. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini <a href="http://mozilla.org" target="_blank">Firefox</a> menjadi &#8220;number one&#8221; browser. Sebagian besar orang beranjak pindah dari IE ke Firefox/Camino (Mac). Bahkan muncul browser turunan dari Firefox, yaitu <a href="http://flock.com" target="_blank">Flock</a>. Yang membuat produk dari Mozilla tersebut hebat adalah scurity, add-on, dan kesetabilannya.</p>
<p>
<div style="float: right;"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/dlgbox_browser.jpg" alt="Dialog box" title="Dialog box" class="reflect" /></div>
<p>Jika menggunakan Firefox/Camino, Flock, atau browser lain yang memiliki scurity yang baik, saat login selalu muncul dialog box seperti di samping. Bagi user yang masih awam dan belum mengetahui tentang hal ini, kemungkinan bersar mereka akan memilih <b>Remember</b>. Kalau dilihat hal ini memang sepele, tapi apa yang bakal terjadi jika ada orang lain yang menggunakan komputer yang sama lalu dia juga membuka halaman login yang sama. Jelas dalam form login akan tampil username dan password orang pertama. Kemudian pertanyaannya, jika orang tersebut meng-klik tombol submit kemungkinan apa yang terjadi??! Tentu Anda bisa membayangkannya bukan?</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Inilah yang disebut dengan AUTOCOMPLATE. Ada baiknya kita sebagai seorang web designer mematikan fitur tersebut untuk melindungi user kita. Seperti yang terjadi pada Safari dimana autocomplete secara default bernilai off.</p>
<p>Untuk mematikan autocomplete tinggal menambahkan <b>autocomplete=&#8221;off&#8221;</b> di dalam tag <b>&lt;form&gt;</b>.</p>
<pre>
&lt;form action="index.php" method="post" <b>autocomplete="off"</b> /&gt;
</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2008/08/11/mengamankan-login-account-dengan-autocomplete/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disable  Menu Klick Kanan Pada Flash</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2008/08/08/disable-menu-klick-kanan-pada-flash/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2008/08/08/disable-menu-klick-kanan-pada-flash/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 13:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Aku yakin semua blogger pasti pernah menginsertkan file flash pada blognya. Entah itu dari Youtube, Yahoo, maupun upload file sendiri. Problematikanya adalah menu flash yang keluar saat kita meng-klick kanan sedikit membuat pandangan tidak nyaman. Sebagai seorang webmaster tentu kita tidak ingin website kita tampil bagus dan perfectly. Untuk mendisable right-click kamu cukup menambahkan parameter &#8220;menu&#8221; dengan nilai &#8220;false&#8221; dalam tag &#60;embed&#62;. &#60;embed src="http://deaky.web.id/main.swf" menu="false" quality="high" bgcolor="#111111" width="100%" style="height:100%" name="main" align="middle" allowScriptAccess="sameDomain" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&#62;&#60;/embed&#62; Maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/menu_flash.jpg" alt="Menu Flash" title="Menu Flash"  class="reflect" /></p>
<p>Aku yakin semua blogger pasti pernah menginsertkan file flash pada blognya. Entah itu dari Youtube, Yahoo, maupun upload file sendiri. Problematikanya adalah menu flash yang keluar saat kita meng-<i>klick</i> kanan sedikit membuat pandangan tidak nyaman. Sebagai seorang webmaster tentu kita tidak ingin website kita tampil bagus dan perfectly.</p>
<p>Untuk mendisable right-click kamu cukup menambahkan parameter &#8220;menu&#8221; dengan nilai &#8220;false&#8221; dalam tag <b>&lt;embed&gt;</b>.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<pre>&lt;embed src="http://deaky.web.id/main.swf" <b>menu="false"</b> quality="high"
bgcolor="#111111" width="100%" style="height:100%"
name="main" align="middle" allowScriptAccess="sameDomain"
type="application/x-shockwave-flash"
pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;</pre>
<p>Maka hasilnya akan menjadi seperti ini.<br />
<img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/menu_flash2.jpg" alt="Menu Flash" title="Menu Flash"  class="reflect" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2008/08/08/disable-menu-klick-kanan-pada-flash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

