<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Deaky Reborn &#187; Share</title>
	<atom:link href="http://blog.deaky.web.id/category/share/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.deaky.web.id</link>
	<description>Selalu ingin tahu seperti bayi yang baru lahir...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 05:23:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Problem Setelah Install MintMenu</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama banget ga pernah update. Sejak posting kemaren banyak banget kerjaan yang musti dislesein, termasuk deadline project yang sudah mananti. Termasuk disibukkan sama urusan kerjaan. Langsung ke pokok bahasan saja. Sejak perkenalanku sama LinuxMint versi Cassandra aku sudah mulai suka sama LinuxMint. Apalagi sejak saat Gloria dirilis, semakin menambah ketertarikanku terhadap Distro ini. Tp pada prakteknya aku lebih memilih menggunakan Ubuntu yang dirubah tampilannya seperti LinuxMint. Sejak LinuxMint Helena resmi dirilis aku langsung mentranformasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/mintmenu.png" alt="" title="mintmenu" width="200" height="150" class="alignleft size-full wp-image-40" />Sudah lama banget ga pernah update. Sejak posting kemaren banyak banget kerjaan yang musti dislesein, termasuk deadline project yang sudah mananti. Termasuk disibukkan sama urusan kerjaan. Langsung ke pokok bahasan saja.</p>
<p>Sejak perkenalanku sama LinuxMint versi Cassandra aku sudah mulai suka sama LinuxMint. Apalagi sejak saat Gloria dirilis, semakin menambah ketertarikanku terhadap Distro ini. Tp pada prakteknya aku lebih memilih menggunakan Ubuntu yang dirubah tampilannya seperti LinuxMint. Sejak LinuxMint Helena resmi dirilis aku langsung mentranformasi themes Ubuntu di laptop menjadi Helena. Termasuk Themes, Wallpaper, Usplash, Grub dan MintMenu.</p>
<p>Karena aku orangnya <i>moody</i> jadi sering gonta ganti themes, terkadang pake themes LinuxMint terkadang juga pake themes standart Ubuntu. Namun akhir-akhir ini lebih seneng pake themes default Ubuntu ga pernah pake themes Mint lagi. Setelah baca posting dari <a href="http://andy.web.id/menu-linux-mint-di-ubuntu-karmic.php" target="_blank">Pak Andy MSE</a> aku jadi mupeng pengen ganti penampilah <i>my lovely OS</i> jadi Mint.</p>
<p>Ada sedikit cuplikan kalimat Pak Andy yang menarik perhatianku</p>
<blockquote><p>Sayang sekali, saya belum menemukan cara untuk mengganti tulisan &#8220;<b>Linux Mint 8 Helena – Main Edition</b>&#8220;, setiap kali kursor melewati menu di pojok kiri bawah itu&#8230;</p></blockquote>
<p>Merasa sedikit tidak percaya sama pernyataan tersebut, tapi setelah aku buktikan ternyata benar tooltipnya bertuliskan LinuxMint bukan Ubuntu. Kecurigaanku yang lain muncul jangan-jangan <i>system info</i> juga berubah, dan ternyata benar-benar berubah seperti yang terlihat pada gambar. Atau ketikkan <b>lsb_release -a</b> di terminal untuk mengeceknya.<span id="more-33"></span></p>
<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/System-Monitor.png" alt="" title="System-Monitor" width="590" height="524" class="aligncenter size-full wp-image-41" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Okelah bagiku itu tidak menjadi masalah, yang penting sistem masih bisa dipake. Perjalanan cerita ini tidak berhenti sampai di situ, cerita yang lain muncul kembali. Beberapa hari server Kambing <i>down</i>, itu berarti aku ga bisa update maupun meng-<i>install</i> aplikasi. Sumpek juga kalo kondisi kaya gini terus-terusan. Aku berencana buat mengarahkan repo ke mirror.unej.ac.id. Namun apa yang terjadi? <b>Software Sources</b> tidak berjalan. Coba membukanya lewat terminal masih juga ga jalan, muncul pesan error &#8220;<b>Error: could not find a &#8221; aptsources.distro.NoDistroTemplateException: Error: could not find a distribution template</b>&#8220;.</p>
<p>Kesimpulan sementaraku adalah akibat dari DISTRIBUTOR ID berubah dari Ubuntu jadi LinuxMint itu membuat Software Sources tidak berjalan karena distribution template untuk LinuxMint tidak tersedia.</p>
<p><b>OKE! Ayo kita selesaikan permasalahan-permasalahan yang sudah terpapar di atas.</b></p>
<p>Sebelumnya mari kita buka direktori /usr/share/python-apt/templates terlebih dahulu. Direktori tersebut adalah folder dimana distribution template disimpan. Disitu terlihat cuma ada 2 template yaitu Debian dan Ubuntu, untuk LinuxMint tidak ada padahal Distributor ID pada sistem adalah LinuxMint. Hal inilah yang membuat error pada saat kita menjalankan Software Sources. Perhatikan setiap langkah di bawah untuk memperbaiki</p>
<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/templates.png" alt="" title="templates" width="564" height="325" class="aligncenter size-full wp-image-42" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Pertama</b>, ubah berkas mintSystem.conf</p>
<pre>sudo gedit /etc/linuxmint/mintSystem.conf</pre>
<p>lsb-release beri nilai False dan etc-issue beri nilai False, sehingga menjadi</p>
<pre>lsb-release = False
etc-issue = False</pre>
<p>Kenapa demikian? karena jika nilainya True maka setiap kali startup berkas lsb-release, issue dan issue.net akan di-replace dengan berkas bawaan LinuxMint. Inilah yang menyebabkan Distributor ID dan kawan-kawannya berubah menjadi LinuxMint. Diberi nilai False agar aksi tersebut tidak dijalankan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Kedua</b>, edit berkas lsb-release di direktori /etc</p>
<pre>sudo gedit /etc/lsb-release</pre>
<p>Copy paste tulisan di bawah biar mudah, lalu simpan.</p>
<pre>DISTRIB_ID=Ubuntu
DISTRIB_RELEASE=9.10
RELEASE_NOTES_URL=http://www.ubuntu.com
DISTRIB_CODENAME=karmic
DISTRIB_DESCRIPTION="Ubuntu 9.10 Karmic Koala"</pre>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Ketiga</b>, edit berkas issue pada direktori yang sama</p>
<pre>sudo gedit /etc/issue</pre>
<p>Ganti <b>LinuxMint 8 Helena &#8211; Main Edition</b> dengan <b>Ubuntu 9.10 Karmic Koala</b><br />
Lakukan hal yang sama pada berkas /etc/issue.net</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Keempat</b>, untuk merubah tooltip pada mintmenu yang bertuliskan &#8220;Linux Mint 8 Helena – Main Edition&#8221; rubah berkas /etc/linuxmint/info</p>
<pre>sudo gedit /etc/linuxmint/info</pre>
<p>Rubah DESCRIPTION menjadi &#8220;Ubuntu 9.10 Karmic Koala&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah yang terakhir silakan di-restart.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Insya Allah permasalahan di atas sudah fix.</p>
<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/fix.png" alt="" title="fix" width="600" height="650" class="aligncenter size-full wp-image-43" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2010/02/26/problem-setelah-install-mintmenu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Webometric</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2010/02/04/webometric/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2010/02/04/webometric/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 05:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/2010/02/04/webometric/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin ada dosen yang nanya tentang Webomatric lewat chat. Yang sebenarnya aku sendiri kurang begitu tahu secara detil soal Webometric. Gara-gara obrolan kemarin aku jadi pengen posting tentang Webometric. Langsung aja pada intinya. Webometrics merupakan sebuah lembaga pemeringkatan yang berpusat di Madrid, Spanyol yang didirikan atas inisiatif Cybermetrics lab, sebuah kelompok penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC) sebuah lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Peringkatan Webometric dimulai pada tahun 2004 dan didasarkan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/web-statistic-300x162.jpg" alt="" title="web-statistic" width="300" height="162" class="alignleft size-medium wp-image-38" /> Kemarin ada dosen yang nanya tentang <a href="http://www.webometrics.info/" target="_blank">Webomatric</a> lewat chat. Yang sebenarnya aku sendiri kurang begitu tahu secara detil soal Webometric. Gara-gara obrolan kemarin aku jadi pengen posting tentang Webometric.</p>
<p>Langsung aja pada intinya. Webometrics merupakan sebuah lembaga pemeringkatan yang berpusat di Madrid, Spanyol yang didirikan atas inisiatif Cybermetrics lab, sebuah kelompok penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC) sebuah lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Peringkatan Webometric dimulai pada tahun 2004 dan didasarkan pada gabungan indikator yang memperhitungkan baik volume maupun isi Web, visibilitas dan dampak dari publikasi web sesuai dengan jumlah pranala luar yang diterima. Peringkat ini diperbaharui setiap bulan Januari dan Juli (via Wikipedia).</p>
<p>Alangkah sangat prestise apabila suatu Perguruan Tinggi bisa menduduki peringkat atas dalam Webometrics Ranking of World Universities (WRWU). Tapi menurutku itu bukanlah hal yang mutlak harus dicapai. Bagiku WRWU merupakan alat sebagai pemacu perguruan tinggi untuk memacu partisipasinya ke masyarakat luas, salah satunya dari publikasi penelitian.</p>
<p><span id="more-32"></span></p>
<p>Lalu bagaimana model penilaian Webometric?</p>
<p>Webometric mengindikasikan 4 faktor yang menentukan rangking sebuah universitas, diantaranya :</p>
<ol>
<li><b>Visibility (V)</b><br />
Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.</li>
<li><b>Size (S)</b><br />
Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil pencarian dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi. Untuk setiap domain, hasil maksimum dan minimum tidak diikutsertakan (excluded) dan setiap institusi diberikan sebuah peringkat menurut jumlah yang dikombinasi tersebut.</li>
<li><b>Rich Files (R)</b><br />
Volume file yang ada di situs Universitas dimana format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Data-data ini diambil menggunakan Google dan digabungkan hasilhasilnya untuk setiap jenis berkas.</li>
<li><b>Scholar (Sc)</b><br />
Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data Sc ini diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.</li>
</ol>
<div id="attachment_39" class="wp-caption aligncenter" style="width: 279px"><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/02/webometric_rank.jpg" alt="" title="webometric_rank" width="269" height="128" class="size-full wp-image-39" /><p class="wp-caption-text">Webometrics Rank</p></div>
<p>Dalam meranking Webometic melibatkan 3 search engine dunia, yaitu <b>Google</b>, <b>Yahoo Search</b>, dan <b>Live search</b>.</p>
<p>Metode pengukuran Webometric menggunakan perhitungan : <b>(4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)</b></p>
<p>Selamat menaikkan ranking di webometric!</p>
<p><i>Sumber :</i><br />http://adisulistiyono.staff.uns.ac.id/files/2009/09/teknik-perangkingan-thes-qs-dan-webometric.pdf<br />http://blog.unila.ac.id/meyjaroni/files/2009/06/ta-sim.doc</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2010/02/04/webometric/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Item Menu Yang Hilang</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2010/01/28/item-menu-yang-hilang/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2010/01/28/item-menu-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 15:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/2010/01/28/item-menu-yang-hilang/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak sekitar satu minggu yang lalu aku dipusingkan dengan si Karmic di laptopku yang lagi ngambek. Pasalnya Applications menu yang ada di main menu ilang, tidak ada satu pun item menu yang nongol. Nah lo, bingung ga tuh. Mau ngapa-ngapain susah. Setiap kali mau pake aplikasi harus pake console. Udah browsing sana-sini, utak-atik sana-sini masih aja buntu. Singkat cerita. Semua berawal ketika beberapa hari yang lalu aku pengen nyobain Vector Linux, daripada pake live USB [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak sekitar satu minggu yang lalu aku dipusingkan dengan si Karmic di laptopku yang lagi ngambek. Pasalnya Applications menu yang ada di main menu ilang, tidak ada satu pun item menu yang nongol. Nah lo, bingung ga tuh. Mau ngapa-ngapain susah. Setiap kali mau pake aplikasi harus pake console. Udah browsing sana-sini, utak-atik sana-sini masih aja buntu.</p>
<p>Singkat cerita. Semua berawal ketika beberapa hari yang lalu aku pengen nyobain Vector Linux, daripada pake live USB ribet musti mindahin data di Flashdisk yang dah penuh mending pake VirtualBox aja. Berhubung di laptop belum ada VirtualBox jadinya harus instal dulu. Langsung deh nginstall VirtualBox dari DVD InfoLinux edisi 01/2010. Pada proses instalasi terasa ada yang aneh, proses terasa berat. Mungkin ini karena laptop yang udah menyala beberapa jam dengan beberapa aplikasi yang masih berjalan. Setelah proses instalasi selesei, eh lha koq Applications menunya kosong, kagak ada satu pun item yang nongol. Waduh gawat nih. setelah sistem di-restart pun masih tetep kagak nongol tuh menu. Browsing sana-sini, utak-atik sana-sini hasilnya nihil. Malah pusing jadinya. Untung aku pake 2 Desktop Environment : Gnome dan KDE. Akhirnya terpaksa harus pake KDE trus.</p>
<p>kemarin iseng-iseng utak-atik file konfigurasi di direktori Home. Akhirnya nemu sesuatu di dir <b>~/.config</b>. Kecuringaanku tertuju pada sebuah folder bernama &#8220;menus&#8221;. Di dalamnya terdapat beberapa files salah satunya adalah &#8220;applications.menu&#8221;, tapi pas aku buka isinya ternyata kosong padahal seharusnya kan ga kosong. Kecurigaanku semakin kuat.</p>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p><a href="http://blog.deaky.web.id/files/2010/01/config-dir.png"><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/01/config-dir.png" alt="" title="config-dir" width="550" height="450" class="aligncenter size-full wp-image-36" /></a></p>
<p>Oke deh, tanpa pikir panjang langsung saja aku hapus folder tersebut (folder menus).</p>
<pre>rm -rf ~/.config/menus</pre>
<p>Dan ternyata apa yang terjadi? Menu menjadi normal kembali. Applications menu yang tadinya kagak nongolin apa-apa sekarang jadi penuh dengan item-item aplikasi. Hehehe.. akhirnya kebingunganku selama satu minggu membawa sebuah ilmu baru. Thanks God.</p>
<div id="attachment_37" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://blog.deaky.web.id/files/2010/01/menu.jpg"><img src="http://blog.deaky.web.id/files/2010/01/menu.jpg" alt="" title="menu" width="550" height="344" class="size-full wp-image-37" /></a><p class="wp-caption-text">Main menu normal kembali</p></div>
<p>Jadi kesimpulannya masalah di atas terjadi bukan karena paket ataupun library yang hilang atau broken, tetapi hanyalah karena masalah konfigurasi aja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2010/01/28/item-menu-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sujud Sembahku</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2009/11/12/sujud-sembahku/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2009/11/12/sujud-sembahku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa aja]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Tak ada kata yang dapat diucap Di saat waktu terhenti Kosong Dimensi membutakan mata Memekakkan telinga Tersadar dalam angan dan nyata Berlari saat nyata itu indah Mendekat saat nyata itu indah Di atas perjanjian yang telah terucap Atas waktu di atas waktu Terlahir sebagai sesuatu yang suci Hingga saatnya Janji tersuruk di dasar hati Tertutup angan dan khayal dunia Yang tak terpekakkan hati Makin hilang dan tak henti Goda itu semakin menghinakanku Saat semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/sujud.jpg" alt="Sujud Sembahku" class="reflect"></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak ada kata yang dapat diucap<br />
Di saat waktu terhenti<br />
Kosong<br />
Dimensi membutakan mata<br />
Memekakkan telinga<br />
Tersadar dalam angan dan nyata<br />
Berlari saat nyata itu indah<br />
Mendekat saat nyata itu indah<br />
Di atas perjanjian yang telah terucap<br />
Atas waktu di atas waktu<br />
Terlahir sebagai sesuatu yang suci<br />
Hingga saatnya<br />
Janji tersuruk di dasar hati<br />
Tertutup angan dan khayal dunia<br />
Yang tak terpekakkan hati<br />
Makin hilang dan tak henti<br />
Goda itu semakin menghinakanku<br />
Saat semua semakin peka<br />
Sadar yang tak ternilai<br />
Buah tutur orang yang bersyukur<br />
Senantiasa istighfar kepada Al-Ghofur<br />
Membersihkan hati yang berlumpur<br />
Sujudku tuk haturkan sembahku<br />
Padamu ya Allah dalam hina yang tak tertebus<br />
Atas segala nikmat yang diberi<br />
Dan atas dosa yang terlalui<br />
Atas perjalanan yang telah diberi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2009/11/12/sujud-sembahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagal Koneksi Sierra 881U + Telkomsel Flash di Ubuntu</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2009/08/06/gagal-koneksi-sierra-881u-telkomsel-flash-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2009/08/06/gagal-koneksi-sierra-881u-telkomsel-flash-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 15:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Invalid Dial Command &#8211; WvDialSierra 881U AT&#038;T + Telkomsel FlashWorking on Ubuntu Jaunty &#160; Ada yang bisa bantu memecahkan masalah di atas?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/error-dial-sierra881u.jpg" width="500" alt="Invalid Dial Command, Sierra 881U on Ubuntu"><span><b>Invalid Dial Command &#8211; WvDial</b><br />Sierra 881U AT&#038;T + Telkomsel Flash<br />Working on Ubuntu Jaunty</span></div>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><b style="color: #ff3333;">Ada yang bisa bantu memecahkan masalah di atas?</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2009/08/06/gagal-koneksi-sierra-881u-telkomsel-flash-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amarok On Ubuntu Jaunty 9.04</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2009/06/25/amarok-on-ubuntu-jaunty-9-04/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2009/06/25/amarok-on-ubuntu-jaunty-9-04/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 01:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Opensource]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Setelah upgrade kemaren, aplikasi yang pertama kali aQ install adalah Amarok. Dulu sewaktu masih pake Intrepid aQ menggunakan 2 music player yaitu Rhythmbox dan Amarok. Digunakan bergantian sesuai dengan kebutuhan. Mangkanya setelah upgrade aQ langsung keinget buat nginstall Amarok, apalagi di versi Jaunty ini Ubuntu sudah menggunakan Amarok versi 2.0. Hmmm.. jadi tambah penasaran buat nginstall. Namun ada masalah yang muncul, Amarok bisa berjalan tetapi suara tidak keluar. What&#8217;s wrong? Tanpa berpikiran negatif Q tutup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/amarok.png" alt="Amarok 2.0" align="left">Setelah <a href="index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=27:upgrade-ubuntu-904-jaunty-jackalope&#038;catid=7:linux&#038;Itemid=1">upgrade kemaren</a>, aplikasi yang pertama kali aQ install adalah <a href="http://amarok.kde.org/" target="_blank">Amarok</a>. Dulu sewaktu masih pake Intrepid aQ menggunakan 2 <em>music player</em> yaitu Rhythmbox dan Amarok. Digunakan bergantian sesuai dengan kebutuhan. Mangkanya setelah upgrade aQ langsung keinget buat nginstall Amarok, apalagi di versi Jaunty ini Ubuntu sudah menggunakan Amarok versi 2.0. Hmmm.. jadi tambah penasaran buat nginstall.</p>
<p>Namun ada masalah yang muncul, Amarok bisa berjalan tetapi suara tidak keluar. <i>What&#8217;s wrong?</i> Tanpa berpikiran negatif Q tutup aplikasi Amarok yang sedang berjalan dan menjalankannya kembali dengan harapan dengan me-<i>restart</i>nya maka masalah akan terselesaikan. Tapi usaha tersebut sia-sia, suara tak jua keluar tetep <i>silent</i>.</p>
<p>Pada tiap kali Amarok dijalankan muncul notification yang isinya kurang lebih memperingatkan bahwa salah satu library &#8220;Phonon&#8221; belum terinstal sehingga membuat aplikasi tidak berjalan 100%.</p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p>Hmmm.. langsung aja deh Q buka <b>Synaptic Package Manager</b> dan mencari lib Phonon tersebut. Wuihh.. banyak banget, mana nih harus aQ install? Karena Amarok menggunakan lib Xine, jadi aQ pilih yang masih ada hubungan sama Xine yaitu <b>phonon-backend-xine</b>. Dan ternyata benar, setelah library tersebut terinstall Amarok berjalan dengan semestinya.</p>
<p></p>
<p>
<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/synaptic-libphonon.jpg" alt="Lib Phonon"><span>Synaptic Package Manager &#8211; phonon-backend-xine sudah terinstall</span></div>
</p>
<p></p>
<p>Hampir sebagian besar permasalahan Amarok pada Ubuntu Jaunty adalah seperti di atas. Tak perlu kwatir menghadapinya. Semoga cerita di atas bermanfaat buat yang memerlukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2009/06/25/amarok-on-ubuntu-jaunty-9-04/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upgrade Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2009/05/02/upgrade-ubuntu-9-04-jaunty-jackalope/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2009/05/02/upgrade-ubuntu-9-04-jaunty-jackalope/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 15:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Udah hampir seminggu aQ merasakan Ubuntu 9.04 setelah upgrade dari Ubuntu lamaQ 8.10. Menurut aQ sebagai ubuntu user, Ubuntu Jaunty Jackalope ini benar-benar mantab. Betapa tidak, Ubuntu 9.04 ini mengutamakan kinerja. Hal itu terbukti dari proses waktu booting yang sangat cepat yaitu 21 detik dan 18 detik jika menggunakan SSD. Tak hanya itu saja, di versinya yang baru ini Ubuntu sudah mendukung filesystem EXT4 yang mempunyai keuntungan seluruh sistem akan jauh lebih cepat dan stabil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/jaunty_jackalope.png" alt="Ubuntu 9.04" align="left">Udah hampir seminggu aQ merasakan <a href="http://www.ubuntu.com" title="Ubuntu.com" target="_blank">Ubuntu 9.04</a> setelah upgrade dari Ubuntu lamaQ 8.10. Menurut aQ sebagai ubuntu user, Ubuntu Jaunty Jackalope ini benar-benar mantab. Betapa tidak, Ubuntu 9.04 ini mengutamakan kinerja. Hal itu terbukti dari proses waktu booting yang sangat cepat yaitu 21 detik dan 18 detik jika menggunakan SSD. Tak hanya itu saja, di versinya yang baru ini Ubuntu sudah mendukung filesystem EXT4 yang mempunyai keuntungan seluruh sistem akan jauh lebih cepat dan stabil dibandingkan EXT3, <i>boot</i> lebih cepat, dan mampu mengolah file berukuran maksimum 16 Terabyte. Sungguh peningkatan yang luar biasa dari Ubuntu.</p>
<p>Sehari setelah Ubuntu merilis versi terbarunya aQ langsung mendownloadnya dari <a href="http://kambing.ui.edu" target="_blank">kambing ui</a>. Sengaja memilih <acronym title="kambing.ui.edu">kambing</acronym> karena aQ ga mau menambah berat kerja server utama yang lagi kebanjiran traffic. Tapi sayang abis download ga bisa langsung install. 2 hari kemudian setelah aQ mem-<i>backup</i> data-data yang ditakutkan nantinya akan hilang, aQ melakukan upgrade lewat file iso dan akhirnya Ubuntu Jaunty bersarang juga di laptopQ.</p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p>
<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/ubuntu_9.04.jpg" alt="Ubuntu 9.04 CD"><span>CD Ubuntu 9.04</span></div>
</p>
<p>Upgrade membutuhkan waktu cuma 30 menit. Namun ada beberapa software dan library yang ikut terhapus saat proses upgrade. Contoh umumnya adalah VLC dan Amarok. Parahnya lagi setelah aQ upgrade dari <i>filesystem</i> EXT3 ke EXT4 tanpa memformat hardisk, bertambah lagi daftar aplikasi yang hilang. Fuih.. lumayan merepotkan juga kalo harus install lagi.</p>
<p>Dengan perjuangan, akhirnya aplikasi yang aku butuhkan kembali muncul dalam daftar mainmenu. Dari pengalaman upgrade yang pertama <i>(*kebiasaan fresh install*)</i> aQ dapat menyimpulkan bahwa terhapusnya beberapa aplikasi dan library saat proses upgrade disebabkan karena perbedaan versi. Misalnya: saat menggunakan <acronym title="Ubuntu 8.10"><b>Intrepid Ibex</b></acronym> VLC memiliki versi 0.9.4 sedangkan pada <acronym title="Ubuntu 9.04"><b>Jaunty Jackalope</b></acronym> sudah diupdate ke versi 0.9.9. Sama seperti Amarok, pada Interpid menggunakan Amarok 1.4 sedangkan pada Jaunty sudah menggunakan Amarok 2.0</p>
<p>Kali ini cukup sekian, lanjut lagi pada posting berikutnya.. <img src='http://blog.deaky.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span class="tip"><b>Ini posting pertama pake Ubuntu 9.04 ^_^</b></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2009/05/02/upgrade-ubuntu-9-04-jaunty-jackalope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shutdown Timer</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2008/11/26/shutdown-timer/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2008/11/26/shutdown-timer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 02:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu di ruang perkuliahan ada seorang temenQ yang tanya sama dosen (yang notabene beliau juga Rektor fakultas) tentang apa sih pengaruh/efek samping kalo kita sering pake software Quickshutdown. Akhirnya dijelasin panjang lebar blablablabla&#8230; Di sela-sela jawaban yang diberikan aQ teringat kalo aQ dulu juga pernah juga pake software shutdown tapi bukan QuickShutdown melainkan Shutdown otomatis (itu tuh, software buat Shutdown/Restart pake timer itu lho&#8230;). Dua software yang berbeda namun sama-sama berorientasi pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu di ruang perkuliahan ada seorang temenQ yang tanya sama dosen (yang notabene beliau juga Rektor fakultas) tentang apa sih pengaruh/efek samping kalo kita sering pake software Quickshutdown. Akhirnya dijelasin panjang lebar blablablabla&#8230; Di sela-sela jawaban yang diberikan aQ teringat kalo aQ dulu juga pernah juga pake software shutdown tapi bukan QuickShutdown melainkan Shutdown otomatis (itu tuh, software buat Shutdown/Restart pake timer itu lho&#8230;). Dua software yang berbeda namun sama-sama berorientasi pada Shutdown komputer.</p>
</p>
<p>Dulu waktu aQ nyari download-an software itu banyak banget macam/jenisnya. Sampe bingung milihnya. Aku yakin sobat-sobat semua pasti pake software yang berbeda satu sama laen. Tapi tau ga sih kalo bagi pengguna Windows XP dengan motherboard jenis ATX ada cara laen tanpa kita harus menggunakan software. Cukup bermodalkan Command Prompt dan segelas kopi dipadu dengan camilan biar ga bosen ngliat monitor trus.</p>
<p class="code">tsshutdn [WaitTime] [/server:ServerName] [/reboot] [/powerdown] [/delay:LogOffDelay] [/v]</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Sebenarnya sintaks ini, bukan untuk mematikan komputer secara otomatis, tetapi mengizinkan seorang administrator untuk mengontrol shut down atau reboot sebuah terminal server. Juga dapat memilih untuk mematikan server jika komputer bisa mendukung pengontrolan power AC. Namanya juga trik, asalkan tidak merugikan, apa salahnya dicoba.</p>
<p><b>Keterangan sintaks:</b><br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">WaitTime</span> : Waktu (dalam detik) untuk menunggu semua user melakukan log off. Defaultnya adalah 60 detik.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/server:ServerName</span> : Menentukan terminal server untuk shut down. Jika tidak ditentukan, maka terminal server terkinilah yang akan shut down.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/reboot</span> : Me-reboot terminal server setelah semua user keluar alias log off.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/powerdown</span> : Mematikan terminal server jika komputer bisa mendukung pengontrolan power AC.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/delay:LogOffDelay</span> : Menentukan waktu menunggu sebelum mengakhiri seluruh proses dan<br />
menulis-shut down terminal server. Default-nya adalah 30 detik.<br />
<span style="color: red; font-family: courier new;">/v</span> : Menampilkan informasi mengenai aksi-aksi pada saat perintah dijalankan.</p>
<p>Misalkan kamu ingin mematikan (shutdown) komputer dengan timer 60 menit (3600 detik), caranya :</p>
<ol>
<li>Buka Command Prompt <b>Start &rarr; Accessories &rarr; Command Prompt</b> atau pergi ke <b>Start &rarr; Run</b>.</li>
<li>Ketikkan <b>tsshutdn 3600 /powerdown /delay:20</b>, seperti terlihat pada gambar di bawah. Lalu tekan <b>[Enter]</b>.
<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/shutdownotomatis_cmd.jpg" alt="CMD" width="450" height="229"><br /><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/shutdownotomatis_run.jpg" alt="Run" width="354" height="194"><span>Contoh sintaks pada CMD dan Run</span></div>
</li>
<li>Untuk membatalkan perintah ini cukup dengan menekan kombinasi tombol <b>Ctrl + C</b> secara bersamaan.</li>
<li>Setelah itu maka segera muncul jendela System Shutdown (seperti gambar di bawah). Terserah, mau kamu klik <b>OK</b> atau tidak, tetap saja waktu 60 menit dihitung sejak kamu menekan <b>[Enter]</b>.
<div class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/shutdownotomatis_systemshutdown.jpg" alt="System Shutdown" width="234" height="113"><span>Jendela System Shutdown</span></div>
</li>
<li>Setelah 60 menit terlewati, maka akan muncul jendela System Shutdown. Sekarang juga terserah, mau mengklik <b>OK</b> atau tidak, tidak akan berpengaruh. Apalagi mungkin sekarang kamu sudah terlelap tidur di depan monitor, sepertinya lebih baik komputernya dibiarkan mati sendiri sajalah. Terhitung pada saat muncul jendela ini, 20 detik lagi komputer akan mati sendiri.</li>
<li>Yang terakhir aQ ucapin selamat tidur nyenyak ^_^</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2008/11/26/shutdown-timer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermain Dengan Virus Palsu</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2008/09/27/bermain-dengan-virus-palsu/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2008/09/27/bermain-dengan-virus-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 02:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan judulnya, posting kali ini sifatnya mainan ga ada yang serius. Jangan takut karena judulnya mengandung kata &#8220;virus&#8221;. Tenang aja, yang dibahas tentang virus palsu koq bukan virus beneran. Namanya juga bermain. Kalo kamu udah siap bermain langsung aja buka notepad di komputer kamu. Setelah itu ketik code di bawah ini. lol=msgbox (&#8220;Virus berbahaya terdeteksi di komputer Anda.&#8221; &#038;vbcrlf&#038; &#8220;Pilih YES untuk memformat harddisk Anda sekarang, atau &#8221; &#038;vbcrlf&#038; &#8220;NO untuk memformat harddisk setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan judulnya, posting kali ini sifatnya mainan ga ada yang serius. Jangan takut karena judulnya mengandung kata &#8220;virus&#8221;. Tenang aja, yang dibahas tentang virus palsu koq bukan virus beneran. Namanya juga bermain.</p>
<p>Kalo kamu udah siap bermain langsung aja buka <b>notepad</b> di komputer kamu. Setelah itu ketik code di bawah ini.</p>
<div class="code">lol=msgbox (&#8220;Virus berbahaya terdeteksi di komputer Anda.&#8221; &#038;vbcrlf&#038; &#8220;Pilih YES untuk memformat harddisk Anda sekarang, atau &#8221; &#038;vbcrlf&#038; &#8220;NO untuk memformat harddisk setelah restart.&#8221;,20,&#8221;Warning&#8221;)</div>
<p>Kemudian simpan file tersebut dengan nama <b>gimbal.worm.vbs</b> (nama file bisa dikreasiin sendiri pokoknya extensi file harus <b>.vbs</b>). Untuk mengecek apakah code berjalan apa tidak klik 2 kali file tersebut. Jika berhasil akan mencul seperti gambar berikut di layar komputer kamu.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p class="image"><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/virus_palsu.jpg"><span>Hasil tampilan jika script berjalan dengan baik</span></p>
<p>Tapi tenang.. itu cuma bo&#8217;ongan aja, ga akan ada efek apa-apa jika kamu klik YES atau pun NO. Sekarang coba <i>copy</i>-kan file tersebut ke folder <b>C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup</b> dengan asumsi C:\ adalah drive system windows komputer kamu. Setiap kali masuk Windows (startup) file akan secara otomatis berjalan dengan sendirinya, jadi di desktop akan muncul kotak dialog seperti di atas tanpa diperintah terlebih dahulu. <i>*kalo ga percaya boleh dicoba dulu*</i></p>
<p>Hmm&#8230; gimana yach kalo hal di atas diterapkan di komputer temen tanpa sepengetahuan dia? Kira-kira dia akan panik ga ya? Boleh dicoba tuh buat ngerjain temen&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2008/09/27/bermain-dengan-virus-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disable  Menu Klick Kanan Pada Flash</title>
		<link>http://blog.deaky.web.id/2008/08/08/disable-menu-klick-kanan-pada-flash/</link>
		<comments>http://blog.deaky.web.id/2008/08/08/disable-menu-klick-kanan-pada-flash/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 13:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deaky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.deaky.web.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Aku yakin semua blogger pasti pernah menginsertkan file flash pada blognya. Entah itu dari Youtube, Yahoo, maupun upload file sendiri. Problematikanya adalah menu flash yang keluar saat kita meng-klick kanan sedikit membuat pandangan tidak nyaman. Sebagai seorang webmaster tentu kita tidak ingin website kita tampil bagus dan perfectly. Untuk mendisable right-click kamu cukup menambahkan parameter &#8220;menu&#8221; dengan nilai &#8220;false&#8221; dalam tag &#60;embed&#62;. &#60;embed src="http://deaky.web.id/main.swf" menu="false" quality="high" bgcolor="#111111" width="100%" style="height:100%" name="main" align="middle" allowScriptAccess="sameDomain" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&#62;&#60;/embed&#62; Maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/menu_flash.jpg" alt="Menu Flash" title="Menu Flash"  class="reflect" /></p>
<p>Aku yakin semua blogger pasti pernah menginsertkan file flash pada blognya. Entah itu dari Youtube, Yahoo, maupun upload file sendiri. Problematikanya adalah menu flash yang keluar saat kita meng-<i>klick</i> kanan sedikit membuat pandangan tidak nyaman. Sebagai seorang webmaster tentu kita tidak ingin website kita tampil bagus dan perfectly.</p>
<p>Untuk mendisable right-click kamu cukup menambahkan parameter &#8220;menu&#8221; dengan nilai &#8220;false&#8221; dalam tag <b>&lt;embed&gt;</b>.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<pre>&lt;embed src="http://deaky.web.id/main.swf" <b>menu="false"</b> quality="high"
bgcolor="#111111" width="100%" style="height:100%"
name="main" align="middle" allowScriptAccess="sameDomain"
type="application/x-shockwave-flash"
pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;</pre>
<p>Maka hasilnya akan menjadi seperti ini.<br />
<img src="http://blog.deaky.web.id/images/blog/menu_flash2.jpg" alt="Menu Flash" title="Menu Flash"  class="reflect" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.deaky.web.id/2008/08/08/disable-menu-klick-kanan-pada-flash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

