22
2009
Lontong Kikil Alun-alun Sidoarjo

Lontong Kikil Alun-alun Sidoarjo
Share on Flickr
Lokasi : Alun-alun Sidoarjo
Hhmmm.. ini dia satu lagi makanan yang jadi favoritku. Lontong kikil. Malem minggu pas jalan-jalan sama Nida bingung mo nyari makan dimana. Kita memutuskan buat nyari makan di Alun-alun Sidoarjo aja, banyak banget pilihannya. Setelah muter-muter akhirnya menjatuhkan pilihan pada “lontong kikil”. Letaknya di alun-alun sebelah barat lurus sama pintu masuk masjid agung Sidoarjo.
Pas suapan pertama rasanya udah nendang banget. Gila.. sumpah rasanya dahsyat banget. Lontong kikil paling enak yang pernah ku makan. Dari banyak lontong kikil yang pernah ku coba, ini yang paling enak (tentunya menurut lidahku). Kikilnya bener-bener kikil sapi asli. Yang dipake adalah kikil bagian kaki. Tulang kakinya pun ikut disertakan. Menambah sensasi tersendiri saat menggerogoti tulangnya. Pokoknya maknyus deh.
Harga yang dipatok pun cukup murah menurut kantong anak muda kayak aku. Cukup 12 ribu untuk semangkok lontong kikil + segelas minuman. Harga warung tapi citarasa resto.
21
2009
Dokter Cilik

Dokter cilik
Share on Flickr
Lokasi : SIEDEX (Sidoarjo Education Expo) 2009
Di sebuah stan MI (Madrasah Ibtidaiyah) pada pameran pendidikan kemarin menampilkan keahlian dari siswa-siswanya yang sangat kreatif. Salah satunya yang membuatku kagum adalah masih kecil tapi udah bisa mengukur tensi darah. Suatu keahlian yang sangat luar biasa menurutku. Karena tidak semua anak bisa lho meskipun sudah diajari. Jangankan anak-anak, orang yang sudah dewasa pun belum tentu bisa meski sudah diajarkan. Salut deh buat mereka berdua. Dua jempol buat mereka.
12
2009
Sujud Sembahku

Tak ada kata yang dapat diucap
Di saat waktu terhenti
Kosong
Dimensi membutakan mata
Memekakkan telinga
Tersadar dalam angan dan nyata
Berlari saat nyata itu indah
Mendekat saat nyata itu indah
Di atas perjanjian yang telah terucap
Atas waktu di atas waktu
Terlahir sebagai sesuatu yang suci
Hingga saatnya
Janji tersuruk di dasar hati
Tertutup angan dan khayal dunia
Yang tak terpekakkan hati
Makin hilang dan tak henti
Goda itu semakin menghinakanku
Saat semua semakin peka
Sadar yang tak ternilai
Buah tutur orang yang bersyukur
Senantiasa istighfar kepada Al-Ghofur
Membersihkan hati yang berlumpur
Sujudku tuk haturkan sembahku
Padamu ya Allah dalam hina yang tak tertebus
Atas segala nikmat yang diberi
Dan atas dosa yang terlalui
Atas perjalanan yang telah diberi
Ditulis oleh
Deaky, remaja katrok yang berlagak sok geek. Terlahir dan besar di kota Sidoarjo yang terkenal karena lumpurnya. Seorang pekerja web. Menyukai OpenSource & Linux. Namun dalam beberapa hal masih suka menggunakan Windows. 

