Selalu ingin tahu seperti bayi yang baru lahir...

Webometric

Kemarin ada dosen yang nanya tentang Webomatric lewat chat. Yang sebenarnya aku sendiri kurang begitu tahu secara detil soal Webometric. Gara-gara obrolan kemarin aku jadi pengen posting tentang Webometric.

Langsung aja pada intinya. Webometrics merupakan sebuah lembaga pemeringkatan yang berpusat di Madrid, Spanyol yang didirikan atas inisiatif Cybermetrics lab, sebuah kelompok penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC) sebuah lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Peringkatan Webometric dimulai pada tahun 2004 dan didasarkan pada gabungan indikator yang memperhitungkan baik volume maupun isi Web, visibilitas dan dampak dari publikasi web sesuai dengan jumlah pranala luar yang diterima. Peringkat ini diperbaharui setiap bulan Januari dan Juli (via Wikipedia).

Alangkah sangat prestise apabila suatu Perguruan Tinggi bisa menduduki peringkat atas dalam Webometrics Ranking of World Universities (WRWU). Tapi menurutku itu bukanlah hal yang mutlak harus dicapai. Bagiku WRWU merupakan alat sebagai pemacu perguruan tinggi untuk memacu partisipasinya ke masyarakat luas, salah satunya dari publikasi penelitian.

Continue Reading..

Item Menu Yang Hilang

Sejak sekitar satu minggu yang lalu aku dipusingkan dengan si Karmic di laptopku yang lagi ngambek. Pasalnya Applications menu yang ada di main menu ilang, tidak ada satu pun item menu yang nongol. Nah lo, bingung ga tuh. Mau ngapa-ngapain susah. Setiap kali mau pake aplikasi harus pake console. Udah browsing sana-sini, utak-atik sana-sini masih aja buntu.

Singkat cerita. Semua berawal ketika beberapa hari yang lalu aku pengen nyobain Vector Linux, daripada pake live USB ribet musti mindahin data di Flashdisk yang dah penuh mending pake VirtualBox aja. Berhubung di laptop belum ada VirtualBox jadinya harus instal dulu. Langsung deh nginstall VirtualBox dari DVD InfoLinux edisi 01/2010. Pada proses instalasi terasa ada yang aneh, proses terasa berat. Mungkin ini karena laptop yang udah menyala beberapa jam dengan beberapa aplikasi yang masih berjalan. Setelah proses instalasi selesei, eh lha koq Applications menunya kosong, kagak ada satu pun item yang nongol. Waduh gawat nih. setelah sistem di-restart pun masih tetep kagak nongol tuh menu. Browsing sana-sini, utak-atik sana-sini hasilnya nihil. Malah pusing jadinya. Untung aku pake 2 Desktop Environment : Gnome dan KDE. Akhirnya terpaksa harus pake KDE trus.

kemarin iseng-iseng utak-atik file konfigurasi di direktori Home. Akhirnya nemu sesuatu di dir ~/.config. Kecuringaanku tertuju pada sebuah folder bernama “menus”. Di dalamnya terdapat beberapa files salah satunya adalah “applications.menu”, tapi pas aku buka isinya ternyata kosong padahal seharusnya kan ga kosong. Kecurigaanku semakin kuat.

Continue Reading..

Lontong Kikil Alun-alun Sidoarjo

Lontong Kikil Alun-alun Sidoarjo
Lontong Kikil Alun-alun Sidoarjo
Share on Flickr
Lokasi : Alun-alun Sidoarjo

 

Hhmmm.. ini dia satu lagi makanan yang jadi favoritku. Lontong kikil. Malem minggu pas jalan-jalan sama Nida bingung mo nyari makan dimana. Kita memutuskan buat nyari makan di Alun-alun Sidoarjo aja, banyak banget pilihannya. Setelah muter-muter akhirnya menjatuhkan pilihan pada “lontong kikil”. Letaknya di alun-alun sebelah barat lurus sama pintu masuk masjid agung Sidoarjo.

Pas suapan pertama rasanya udah nendang banget. Gila.. sumpah rasanya dahsyat banget. Lontong kikil paling enak yang pernah ku makan. Dari banyak lontong kikil yang pernah ku coba, ini yang paling enak (tentunya menurut lidahku). Kikilnya bener-bener kikil sapi asli. Yang dipake adalah kikil bagian kaki. Tulang kakinya pun ikut disertakan. Menambah sensasi tersendiri saat menggerogoti tulangnya. Pokoknya maknyus deh.

Harga yang dipatok pun cukup murah menurut kantong anak muda kayak aku. Cukup 12 ribu untuk semangkok lontong kikil + segelas minuman. Harga warung tapi citarasa resto.